Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kampung Kimiskam Pandeglang Menjerit

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak di Kampung Kimiskam RT 05 RW 04, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten

Kondisi jalan rusak di Kampung Kimiskam RT 05 RW 04, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten

PANDEGLANG – Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki di Kampung Kimiskam RT 05 RW 04, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, tepatnya di sekitar TPU Peundeuy, mengarah ke jalur utama Kecamatan Patia kian memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakan warga setempat, jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat kini berubah menjadi jalur penuh lubang, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau sebuah potret nyata dari ketimpangan pembangunan yang dirasakan warga.

“Kerusakan jalan ini bukan terjadi hari ini. Sudah, bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun lamanya warga harus bertahan dalam kondisi yang sama tanpa kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan.”ujar warga sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, setiap hari, aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil bumi, hingga warga yang sekadar melintas, semuanya dipaksa berjibaku dengan jalan yang tak layak.

Baca Juga :  Seba Baduy 2026, Gubernur Banten menerima amanat pelestarian alam dari masyarakat adat Baduy 

“Lebih menyakitkan lagi, lemahnya pengawasan dari pemerintah menjadi sorotan utama. Harapan masyarakat terhadap hadirnya negara dalam menjamin infrastruktur yang layak seolah pupus di tengah jalan yang hancur ini.”paparnya.

Masih kata ia, kami sebagai warga merasa menjadi korban ketidakadilan, di saat daerah lain menikmati jalan mulus, kami justru terus dipaksa bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Ironisnya, kewajiban masyarakat untuk membayar pajak setiap tahun tetap berjalan tanpa kompromi. Aparat tidak pernah absen dalam menagih, namun kehadiran mereka nyaris tak terasa ketika warga membutuhkan solusi nyata. Di mana letak keadilan jika kewajiban ditekan, tetapi hak dibiarkan terabaikan?,”pungkasnya.

Sementara aktivis pemerhati pembangunan Yudi mengatakan, sorotan tajam pun diarahkan kepada seluruh pemangku kebijakan, mulai dari pemerintah setempat, kecamatan Patia, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat.

Baca Juga :  Hasil Rapat Pleno PWI Banten, Ketua PWI Kota Tangerang Sah Herwanto

“Bahkan, suara kekecewaan ini sampai kepada Presiden Republik Indonesia, yang diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi nyata yang dialami rakyat di pelosok negeri seperti kami.” katanya.

Masih kata ia, jalan di TPU Peundeuy bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika jalan rusak dibiarkan berlarut-larut, maka yang rusak bukan hanya Medan, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

“Warga kini tidak lagi sekadar berharap, mereka menuntut. Menuntut keadilan, menuntut kepedulian, dan menuntut tindakan nyata. Sebab bagi mereka, jalan yang layak bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang seharusnya dipenuhi oleh negara.”tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan, kami berharap pemerintah ataupun yang punya kewenangan di bidangnya tidak menutup mata.

(Red)

Follow WhatsApp Channel kabarindcybernews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banten Perluas Cakupan Program Sekolah Gratis ke tingkat Menengah Atas 
Kapolda Banten Jalin Silaturahmi Kamtibmas Bersama PWI Banten
Gubernur Banten Luncurkan Transportasi Kawasan Baduy dengan pembayaran digital QRIS Tap
Seba Baduy 2026, Gubernur Banten menerima amanat pelestarian alam dari masyarakat adat Baduy 
Badak Banten Desak Pelaku Sumpah Injak Al-Qur’an Dihukum Berat
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Banten H.Wawan Suhada S.E ,M.M: “Pentingnya Menjaga Teloransi Dan Persatuan Keberagamaan
H.Wawan Suhada S.E, M.M: “Pers Memiliki Peran Strategis Dalam Membangun Kesadaran Publik, Mengawal Kebijakan Pemerintah.”
Rangkaian HPN Banten 2026, Peresmian Monumen SMSI di Cilegon Jadi Saksi Sejarah Kebangkitan Media Siber Nasional
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:22 WIB

Banten Perluas Cakupan Program Sekolah Gratis ke tingkat Menengah Atas 

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:59 WIB

Kapolda Banten Jalin Silaturahmi Kamtibmas Bersama PWI Banten

Selasa, 28 April 2026 - 11:53 WIB

Gubernur Banten Luncurkan Transportasi Kawasan Baduy dengan pembayaran digital QRIS Tap

Senin, 27 April 2026 - 15:44 WIB

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kampung Kimiskam Pandeglang Menjerit

Minggu, 26 April 2026 - 12:38 WIB

Seba Baduy 2026, Gubernur Banten menerima amanat pelestarian alam dari masyarakat adat Baduy 

Berita Terbaru

KABUPATEN TANGERANG

Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:37 WIB

KABUPATEN TANGERANG

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:45 WIB