Rumput Tumbuh di Aspal Baru, Proyek Hotmix Kantor Kelurahan Pakuhaji Menjadi Sorotan Publik

KABUPATEN TANGERANG – Senin (20/04/2026) Proyek pengaspalan (hotmix) di area Kantor Kelurahan Pakuhaji Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang menuai sorotan tajam dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geram Banten DPC Kabupaten Tangerang. Pasalnya, belum lama pekerjaan tersebut rampung, kondisi aspal sudah menunjukkan kejanggalan: rumput liar mulai tumbuh menembus permukaan jalan.
Fenomena ini memicu kecurigaan publik terkait kualitas pengerjaan proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Barnas anggota LSM Geram Banten yang turun langsung ke lokasi menilai bahwa pekerjaan tersebut terkesan dilakukan secara asal jadi, tanpa memperhatikan standar dasar konstruksi yang semestinya.
“Ini bukan sekadar soal estetika, tapi menyangkut kualitas dan akuntabilitas anggaran. Kalau baru hitungan minggu saja sudah ditumbuhi rumput, patut dipertanyakan proses pengerjaannya,”ujar Barnas dengan nada geram.
Dugaan sementara mengarah pada minimnya proses perapihan dan pembersihan lapisan dasar sebelum pengaspalan dilakukan. Selain itu, ketebalan hotmix yang diduga tidak memenuhi standar juga menjadi faktor yang memungkinkan vegetasi lama kembali tumbuh ke permukaan.
Secara teknis, sebelum pelapisan hotmix dilakukan, area dasar seharusnya dibersihkan secara menyeluruh dari tanah gembur, akar rumput, maupun material organik lainnya. Tahapan ini penting untuk memastikan daya lekat dan ketahanan aspal dalam jangka panjang. Jika prosedur ini diabaikan, maka risiko kerusakan dini, seperti retak hingga ditumbuhi rumput, menjadi hal yang tak terhindarkan.
Barnas mendesak pihak terkait, baik kontraktor pelaksana maupun instansi pengawas, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka juga meminta transparansi dalam penggunaan anggaran serta audit teknis guna memastikan tidak adanya penyimpangan.
“Jangan sampai ini menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di tingkat kelurahan. Uang negara harus dipertanggungjawabkan,”tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun kontraktor terkait temuan tersebut. Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti persoalan ini agar tidak terulang di kemudian hari.
(BRS)Tim
