Rusadin Ijam (Ladin): Menjaga Marwah Pers dari Tangerang

KABUPATEN TANGERANG – Di kalangan wartawan Kabupaten Tangerang, nama Rusadin Ijam lebih akrab terdengar dengan panggilan Ladin. Sosoknya dikenal sebagai jurnalis yang sederhana, lugas, namun memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai dasar jurnalistik: kebenaran, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Perjalanan Ladin di dunia pers tidak lahir secara instan. Ia menapaki profesi wartawan melalui proses panjang, berinteraksi langsung dengan berbagai persoalan masyarakat di lapangan. Dari isu sosial, kebijakan pemerintah daerah, hingga dinamika pembangunan, Ladin menjadikan jurnalistik sebagai ruang untuk menyuarakan fakta dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Bagi Ladin, wartawan bukan sekadar profesi, melainkan amanah moral. Ia meyakini bahwa pers memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan kekuasaan, sekaligus sebagai pengawas jalannya pemerintahan agar tetap berada di jalur kepentingan publik. Prinsip inilah yang terus ia pegang dalam setiap langkahnya sebagai jurnalis.
Komitmen tersebut mengantarkan Ladin dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua di **Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang. Di organisasi wartawan tertua di Indonesia itu, Ladin berperan aktif memperkuat soliditas antarwartawan, mendorong peningkatan profesionalisme, serta menjaga marwah organisasi pers di tingkat daerah.
Dalam berbagai kesempatan, Ladin juga terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang digagas oleh komunitas wartawan. Baginya, keberadaan pers tidak boleh terpisah dari kehidupan masyarakat. Wartawan, menurutnya, harus hadir bukan hanya saat meliput berita, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian dan solidaritas.
Rekan-rekan seprofesi mengenal Ladin sebagai sosok yang terbuka dalam berdiskusi dan memiliki kepedulian terhadap generasi wartawan muda. Ia kerap mendorong wartawan muda untuk memahami etika jurnalistik, menjaga integritas profesi, serta tidak mudah terjebak dalam praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap media.
Di tengah tantangan dunia pers yang semakin kompleks—mulai dari arus informasi digital yang cepat, tekanan kepentingan politik, hingga perubahan ekosistem media—Ladin tetap memegang keyakinan bahwa kekuatan utama pers terletak pada integritas para wartawannya.
“Pers akan tetap dipercaya jika wartawannya menjaga kejujuran dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran,” menjadi prinsip yang sering ia sampaikan kepada rekan-rekan seprofesi.
Melalui kiprahnya di dunia jurnalistik dan organisasi pers, Rusadin Ijam atau Ladin terus berupaya menjaga peran pers sebagai pilar demokrasi di daerah. Dari Tangerang, ia menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya menjadi pencatat peristiwa, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebenaran di tengah kehidupan masyarakat.
