Beranda » Pemukiman Perumahan Dibangun Dilahan Pertanian telah Menyebabkan banjir di Perumahan di Desa Sukasari Kecamatan Rajeg

Pemukiman Perumahan Dibangun Dilahan Pertanian telah Menyebabkan banjir di Perumahan di Desa Sukasari Kecamatan Rajeg

0
IMG-20260309-WA0000~2

Oleh : Kurtubi
Tokoh Masyarakat Tangerang

Dalam sejarahnya, ini baru pertama kali sejak lahan pertanian di desa Sukasari dijadikan sebagai kawasan pemukiman, mengalami banjir yang luar biasa di dua lokasi perumahan yang ada di Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang yakni lokasi perumahan di blok 10 dan di blok 7 Desa Sukasari.

Faktor penyebab beberapa perumahan di Desa Sukasari mengalami kebanjiran bisa bermacam-macam. Berdasarkan konteks yang ada, beberapa kemungkinan penyebab yang dapat terjadi adalah:

  • Pembangunan di Lahan Pertanian: Jika perumahan dibangun di atas lahan pertanian produktif, maka hal ini bisa menjadi salah satu penyebab banjir. Lahan pertanian biasanya memiliki fungsi sebagai resapan air, namun jika diubah menjadi perumahan, maka kemampuan resapan air akan berkurang.
  • Kurangnya Infrastruktur Drainase: Jika sistem drainase di perumahan tidak dirancang dengan baik atau tidak terawat, maka air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga menyebabkan banjir.
  • Topografi Wilayah: Jika perumahan terletak di daerah yang relatif rendah atau dekat dengan sungai, maka risiko banjir lebih tinggi.
  • Perubahan Tata Guna Lahan: Perubahan tata guna lahan di sekitar perumahan, seperti penggantian lahan hijau menjadi lahan terbangun, dapat meningkatkan risiko banjir.
  • Cuaca Ekstrem: Hujan lebat yang terjadi di wilayah tersebut juga bisa menjadi penyebab banjir.

Perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti banjir di perumahan tersebut. Namun, jika pembangunan di lahan pertanian produktif menjadi salah satu penyebab, maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan re evaluasi alih fungsi lahan dan evaluasi AMDAL secara menyeluruh serta menghentikan proyek proyek perumahan di Desa Sukasari yang dibangun diatas lahan pertanian produktif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *