Ketua Forum P3A Kecamatan Mauk Bantah Tuduhan Pekerjaan Asal-Asalan di Desa Tanjung Anom

Ketua Forum P3A Kecamatan Mauk Bantah Tuduhan Pekerjaan Asal-Asalan di Desa Tanjung Anom
KABUPATEN TANGERANG – Ketua Forum Petani Pemakai Air (P3A) Kecamatan Mauk, Osep, membantah tuduhan bahwa pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Tanjung Anom dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.
Osep menegaskan bahwa Forum P3A bukanlah pelaksana proyek, melainkan hanya bertugas melakukan koordinasi dan pembinaan. “Pelaksana teknis adalah kelompok P3A setempat. Forum hanya melakukan pembinaan dan monitoring agar pelaksanaan berjalan sesuai aturan,” jelasnya kepada awak media, Jumat (13/9/2025).
Pekerjaan Masih Berjalan, Bukan Hasil Akhir
Menurut Osep, proyek yang berlokasi di Kampung Buaran Asem, RT/RW 08/05, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk itu masih dalam proses pengerjaan. Beberapa catatan teknis yang sebelumnya ditemukan di lapangan telah diperbaiki.
“Waktu saya cek pada 11 September, memang ada beberapa titik yang saya tegur. Sudah ditindaklanjuti di lapangan. Jadi penilaian ‘asal-asalan’ terlalu dini jika pekerjaan masih berjalan dan belum serah terima,” tegasnya.
Soal Papan Informasi dan K3
Menanggapi isu ketiadaan papan informasi proyek (KIP) dan keselamatan kerja, Osep menjelaskan bahwa papan informasi sedang diproses oleh tim pendamping dan segera dipasang. Sementara itu, pekerja di lapangan juga telah dibekali alat pelindung diri.
“Kalau ada dokumentasi yang memperlihatkan pekerja tidak memakai APD, itu insidental. Langsung kami tegur untuk dilengkapi,” ungkapnya.
Komitmen Transparansi
Osep juga menepis tudingan lemahnya pengawasan dan dugaan merugikan uang negara. Menurutnya, setiap program P3-TGAI diawasi secara berlapis oleh kelompok P3A, pendamping teknis, BBWS, dan Forum P3A.
“Kami terbuka. Silakan BBWS, dinas, maupun media datang cek langsung ke lokasi. Semua dokumen, mulai dari RAB, gambar kerja, hingga progres harian siap diperlihatkan. Jangan menilai proyek setengah jadi sebagai hasil akhir,” ujarnya.
Mengundang Pihak Terkait
Sebagai penutup, Osep mengundang semua pihak untuk melakukan pengecekan bersama ke lokasi agar penilaian lebih objektif. “Kami berkomitmen menjaga kualitas dan transparansi. Jika masih ada kekurangan, pasti akan diperbaiki sebelum serah terima. Jadi tuduhan merugikan uang negara jelas tidak berdasar,” pungkasnya.(Iwan)
