Gara-Gara Selisih Waktu Suporter Ricuh di Liga Camat Sepatan Timur Cup

KABUPATEN TANGERANG – Kericuhan terjadi di Stadion Mini Kecamatan Sepatan Timur, saat laga Sepatan Timur Cup 2025 antara Desa Lebak Wangi melawan Desa Gempol Sari.Sabtu (09-08-2025) Hanya karena selisih waktu tujuh menit, pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu berubah panas hingga suporter saling lempar botol dan dorong-dorongan.
Kericuhan diduga dipicu perbedaan catatan waktu antara wasit dan salah satu tim official. Salah satu tim mengklaim pertandingan masih menyisakan tujuh menit, namun wasit sudah meniup peluit panjang tanda laga berakhir.
Perbedaan tersebut memicu protes keras dari official dan pemain, yang kemudian memantik ketegangan antar suporter.
Aksi saling lempar botol plastik bekas minuman dan saling dorong terjadi di sekitar tribun penonton. Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan dan panitia berhasil menenangkan massa dan mencegah insiden meluas.
Camat Sepatan Timur, Miftah Shuritho, SSTP., MM, menegaskan pihaknya langsung menggelar rapat bersama forkopimcam, panitia, manajer masing-masing desa, dan para kepala desa untuk mencari solusi.
“Hari ini kita adakan rapat untuk membuat surat pernyataan dan kesepakatan,” ujarnya.
Saat di konfirmasi dalam balasan Chatt WhatsAppMiftah menambahkan, pertandingan ditunda hingga seluruh pihak menandatangani surat pernyataan tersebut.
“Pertandingan baru akan dilanjutkan setelah ada kesepakatan resmi demi menjaga kondusivitas dan sportivitas,” tegasnya.
Turnamen sepak bola liga Camat Sepatan Timur Cup 2025 merupakan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 80, Dan menjadi ajang tahunan yang mempertemukan tim-tim sepak bola antar desa di wilayah Kecamatan Sepatan Timur.(Red)
